Jumat, 26 Juni 2009

STRES KERJA


Oleh : Nuzulia Avianto


Stres bisa juga diartikan sebagai tekanan, ketegangan, atau gangguan tidak menyenangkan yang berasal dari luar diri seseorang. Robins (1998), sama dengan pendapat di atas mengatakan bahwa stres merupakan keadaan dinamik disaat seseorang dihadapkan pada suatu pilihan. Pilihan tersebut berupa kendala yang merupakan kekuatan untuk mencegah individu melakukan hal yang sangat diinginkan, atau tuntutan yang merupakan hilangnya sesuatu yang sangat diinginkan individu. Kendala dan tuntutan tersebut dihubungkan dengan kebutuhan dan keinginan individu kemudian hasilnya dipersepsikan sebagai sesuatu yang tidak pasti serta penting.
Stres akan muncul dalam tingkat tinggi apabila individu merasa tidak pasti apakah akan berhasil atau tidak berhasil mencapai yang diinginkan. Stres akan muncul dalam tingkat yang rendah apabila individu sudah mempunyai pengetahuan bahwa berhasil atau tidak berhasil tercapainya suatu tujuan, atau kekalahan dan kemenangan untuk mencapai hasil yang diinginkan merupakan suatu kepastian, tetapi apabila tujuan itu tidak penting bagi individu, maka tidak ada stres.
Stres kerja merupakan interaksi komplek antara individu dengan lingkungan pekerjaan. Stres kerja menurut Tyrer (1980) merupakan suatu keadaan yang sifatnya menekan dan memaksa seseorang untuk melakukan tindakan dan berpikir lebih cepat serta lebih intensif daripada yang diingini oleh individu yang bersangkutan. Keadaan tersebut mampu menyebabkan reaksi fisik serta reaksi psikis karena adanya perubahan-perubahan yang dialami. Stres kerja, dalam hal ini, akan sangat tergantung pada penyesuaian diri masing-masing individu. Individu yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan kondisi pekerjaan yang dihadapi akan mengalami stres kerja, sedangkan individu yang mampu menghadapi keadaan yang menimpanya dengan cara yang lebih baik maka tingkat stres kerjanya juga lebih rendah.
Stres kerja menurut Schuler (1979) merupakan suatu keadaan ketika faktor-faktor yang berhubungan dengan pekerjaan saling mempengaruhi dan mengubah keadaan psikologis atau fisiologis pekerja. Stres kerja bisa bersifat potensial atau juga bersifat nyata. Stres kerja dikatakan bersifat potensial apabila stres tersebut merupakan interaksi antara karyawan dengan lingkungan. Stres kerja dikatakan nyata apabila individu benar-benar bereaksi terhadap keadaan tersebut, Rodin dan Salovely (1989) mengemukakan bahwa stres kerja merupakan situasi ketika individu yang bekerja dihadapkan pada bermacam-macam tuntutan tetapi individu tersebut hanya punya sedikit kemampuan dan kontrol. Pengertian yang sama diungkapkan oleh Riggio (1990) yang mengatakan bahwa stres kerja merupakan suatu keadaan penuh tekanan yang diakibatkan karena peristiwa dalam lingkungan pekerjaan. Menurut Berry (1998), stres kerja merupakan respon tubuh yang muncul karena stressor kerja. Pekerjaan-pekerjaan tertentu umumnya dirasakan menjadikan munculnya stres kerja. Stres kerja akan muncul tergantung pada situasi atau kondisi yang ada.
Stres kerja, berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan sebagai suatu keadaan yang bersifat potensial maupun nyata yang penuh dengan tekanan dan melibatkan tuntutan fisik, psikologis, serta perilaku yang diakibatkan karena peristiwa atau kondisi dalam lingkungan pekerjaan yang sifatnya relatif karena dipengaruhi oleh penyesuaian diri individu.
(Dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar